Sejarah Awal Mula Tahlilan yang Perlu Kalian Ketahui

SEJARAH TAHLILAN – Semakin berkembangnya dan munculnya organisasi-organisasi Islam di Indonesia dan di antara organisasi-organisasi Islam tersebut ada yang mempermasalahkan amaliah-amaliah yang sudah ada sejak lama. Seperti halnya tahlilan yang merupakan amaliah warga NU sudah sejak dari dulu, kini banyak yang mengklaim bahwa tahlilan adalah suatu amalan yang termasuk ke dalam suatu bid’ah.

Oleh karena hal itu, kondisi sekarang cukup membuat kalangan Ulama dan segenap pengurus organisasi NU menjadi prihatin. Amaliah yang sudah dilakukan secara turun-temurun ini, dan sampai sekarang pun masih terus berkembang di masyarakat ternyata banyak yang mengklaimnya sebagai suatu bid’ah.

Untuk menuangkan kegelisahan warga NU, akhirnya KH. Muhammad Danial Royyan yang merupakan ketua tanfidziyah PCNU Kendal periode 2012-2017, menulis sebuah buku tentang sejarah tahlilan. Buku tersebut berjudul Sejarah Tahlil dengan tebal viii, 72, dan di cetak pertama kalinya pada tanggal 17 Februari 2013 dengan penerbit LTN NU Kendal yang bekerja sama dengan Pustaka Amanah Kendal.

Jadi jika ingin tahu sejarah tahlilan secara lengkap bisa baca di buku tersebut. Buku tersebut dicetak dengan ukuran kecil yaitu ukuran saku, isi buku tersebut memaparkan tentang tradisi bacaan tahlil yang memang tidak terdapat pada zaman Rasulullah dan juga tidak terdapat zaman para sahabat. Diulas juga siapa yang menyusun rangkaian tahlilan untuk pertama kalinya. Pada artikel ini, hanya akan sedikit menyinggung dan membahas tentang sejarah tahlilan.

Sejarah Tahlilan

sejarah tahlilan
sejarah tahlilan-cangcut.net

Tahlilan merupakan tradisi yang sudah turun-temurun sejak lama oleh masyarakat Indonesia terkhusus warga NU, termasuk Ulama-ulama NU juga melakukan amaliah yang satu ini. Tentunya jika para Ulama NU melakukan hal ini, berarti terdapat dalil kuat yang mendasari amaliah yang dikenal dengan tahlilan ini.

Di dalam buku sejarah tahlilan, tertulis bahwa tradisi tahlilan sudah ada sejak zaman Ulama muta’akhirin yaitu sekitar sejak abad ke sebelas hijriyah. Para ulama melakukan istimbath dari Al-Qur’an dan Hadits yang kemudian disusunnya bacaan-bacaan tahlil. Tidak hanya menyusunnya, para Ulama yang menyusun juga mengamalkannya dan mengajarkanya kepada kaum muslimin.

Baca juga: bacaan tahlil dan yasin lengkap

Pada pembahasan buku yang ditulis oleh KH. Muhammad Danial Royyan tersebut terdapat pembahasan tentang siapa yang menyusun pertama kalinya bacaan tahlil ini. Menurut Beliau penulis buku sejarah tahlil, penyusun bacaan tahlil pernah dibahas dalam suatu forum Bahtsul Masail. Yang hadir di forum tersebut merupakan para Kyai yang ahli Thariqah.

Hasilnya ada yang berpendapat bahwa penyusun bacaan tahlil yang pertama yaitu Sayyid Ja’far Al-Barzanji. Namun, ada yang berpendapat lain bahwa yang menyusun tahlil yaitu Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad. Setelah dibahas di dalam forum tersebut pendapat yang dianggap paling kuat adalah pendapat yang mengatakan Imam Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad sebagai penyusun yang pertama kalinnya.

Dasarnya yaitu argumentasi yang mengatakan bahwa Imam Al Haddad wafatnya pada tahun 1132 H lebih dulu dari pada wafatnya Imam Sayyid Ja’far Al Barzanji yang meninggal pada tahun 1177 H. Dan diperkuat dengan tulisan Sayyid Awi bin Ahmad bin Hasan bin Abdullah bin Alwi Al Haddad di dalam syarah Ratib Al Haddad, yang menjelaskan bahwa kebiasaan dari imam Abdullah Al Haddad ketika selesai membaca Ratib yaitu membaca tahlil.

Tahlilan 7 Hari, 40 Hari,100 Hari, dan 1000 Hari

asal tahlilan
sejarah tahlilan – noternative.blogspot.com

Tradisi tahlilan ini sudah mengakar dan dilakukan dengan berturut-turut dengan hari yang sudah ditentukan. Umumnya tahlilan dilakukan pada 7 hari berturut-turut setelah meninggal,lalu dilanjut di hari ke-40, terus lanjut ke-100 Hari, dan ke-1000 hari. Namun ada juga yang ditambah dengan mendak pisan, menak pindo.

Selain itu ada juga versi tahlilan yang dilakukan pada hari ke-3, ke-7, ke-100, dan ke-1000. Bagi warga NU tahlilan merupakan suatu ibadah, seperti memberikan hidangan pada orang yang ikut membaca tahlil dan membacakan bacaan tahlil yang di dalamnya ada susunan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an.

Kehidupan Setelah Kematian dari Kacamata Ilmu Pengetahuan

Tentu ada dasar atau dalil tentang tahlilan yang dipegang oleh warga NU, sehingga meskipun banyak tuduahan yang negatif namun tahlilan sampai sekarang masih berkembang. Pembacaan tahlilan yang di dalamnya terdapat ayat-ayat Al-Qur’an dibaca saat tahlilan dengan tujuan untuk mengirim pahala membaca Al-Qur’an untuk si mayit yang dituju.

Pendapat Tentang Tahlilan

awal mula tahlilan
sejarah tahlilan-youtube.com

Ada juga yang berpendapat bahwa tahlilan pada hari ke-3 bertujuan untuk berta’ziyah, begitu juga dengan hari ke-7, yaitu bertujuan untuk bertazi’ah bagi yang belum sempat berta’ziyah pada waktu sebelumnya.

Demikian informasi pada artikel ini tentang sejarah tahlilan, untuk lebih jelasnya sebaiknya anda membaca buku sejarah tahlilan yang ditulis oleh KH. Muhammad Danial Royyan. Insya Allah buku tersebut terdapat penjelasan yang lebih lengkap. Jadi, kesimpulannya tahlilan memiliki sejarah yang jelas dan bisa dipertanggung jawabkan.

Ingin cetak buku yasin, hubungi beranda kami

Mungkin itu saja, kurang lebihnya mohon maaf, jika ada kesalahan datang dari penulis pribadi dan jika benar datangnya dari Allah SWT.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.